PONTIANAK
Siapa yang suka Mochiiii ? Kue Kaloci ini mirip dengan Mochi loh, Tetapi kalau kaloci tidak pakai isian kacang di dalamnya namun dibaluri dengan kacang tanah sangrai dicampur gula pasir yang dihaluskan. Ini yang membuat rasa kaloci lebih manis dan gurih.
Sejarah Kaloci Pontianak yang Merupakan Mochi Pontianak Dipercaya Mochi masuk ke Indonesia ketika penjajahan Jepang. Kue ini digunakan oleh bangsawan Jepang untuk merayakan Tahun Baru selama periode Heian (794-1185). Dan samurai menyukai mochi karena mudah disiapkan dan dibawa.
Cincalok adalah makanan khas kalimantan barat berkembang di kepulauan riau berupa udang berukuran kecil yang proses fermentasinya terjadi dengan bantuan mikroba. Salah satu mikroba yang berperan penting adalah kelompok bakteri asam laktat. Makanan ini juga ditemui di daerah Malaka dan termasuk bahan untuk masakan peranakan. Bahan makanan ini digunakan untuk membuat sambal. Di Kepulauan Bangka-Belitung, cincalok disebut pula dengan istilah kecalok.
SEJARAH CENCALOK>Asal usulnya dapat ditelusuri kembali ke pendudukan Portugis di Malaka, bumbu dapur ini terdiri dari udang kecil ataukrill yang difermentasi, yang disebut udang geragau di Melaka dan mudah dikenali dari campurannya. Rasanya dominan asin, dan biasanya disajikan bersama cabai, bawang merah dan air jeruk nipis. Sir RO Winstedt telah menulis tentang “Cencaluk” di Malaysia dalam bukunya “The Circumstances of Malay Life – 1909”. Udang ini tersedia secara musiman di Pantai Klebang, Limbongan, Tanjung Kling, dan beberapa daerah pesisir.
Roti Srikaya adalah roti lapis yang berisi selai Srikaya yang manis. Roti untuk roti srikaya juga ada 2 jenis, roti pandan dan roti kukus biasa.
Konon, roti srikaya pertama kali muncul di Pontianak pada masa kolonial Belanda. Kala itu, para pedagang Tionghoa di Pontianak mulai membuat roti tawar sebagai camilan. Namun, untuk menambah cita rasa, mereka menambahkan selai srikaya yang merupakan buah khas Kalimantan Barat.
Kue bingke merupakan makanan manis khas Pontianak yang memiliki bentuk seperti kelopak bunga. Kue ini memiliki 2 varian yaitu bingke biasa dan bingke berendam. Yang membedakan adalah cara pemasakannya.
Sejarah Kue Bingke
Ia merupakan seorang Raja Putri dari Kerajaan Negara Dipa menurut hikayat Banjar. Sang Putri membuat resep ini memang untuk disajikan kepada para bangsawan. Kudapan ini tidak hanya dikenal di dalam negeri namun juga di mancanegara seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Bahkan saat jaman perang, bubur pedas juga dibuat untuk menghemat biaya makanan pada saat rakyat di Kabupaten Sambas berperang melawan penjajah. Kala itu, stok makanan sangat sedikit dan menipis, sehingga rakyat Sambas berinisiatif membuat makanan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya, caranya dengan membuat bubur. Kini, hal tersebut tidak berlaku lagi, karena bubur sambas bisa diperoleh hampir di setiap sudut Kota Sambas, di kantin sekolah, kantor, pasar tradisional, bahkan sampai restoran berbintang.
Bubur Padas adalah makanan tradisional khas orang Melayu. Bubur ini dapat ditemukan di berbagai tempat di daerah Melayu. Bubur pedas khas Pontianak terbuat dari beras yang ditumbuk halus dioseng dan kaya akan rempah serta sayuran seperti kangkung, pakis, daun kesum , tidak heran jika bubur ini dinilai penuh gizi. Semakin sedap rasanya karena ditambah taburan kacang tanah dan ikan teri goreng membuat cita rasa semakin komplit.
Sejarah Bubur Padas Menurut cerita masyarakat, Bubur Pedas Sambas atau bubbor paddas, dahulu berasal dari Suku Melayu yang menempati wilayah Singkawang, Pontianak dan sekitarnya. Bubur pedas yang terbuat dari beras tumbuk halus ini dulunya merupakan makanan khusus para raja. Bubur Sambas hanya akan dimasak pada acara kerajaan maupun acara adat yang sangat sakral.
Minuman yang satu ini menjadi favorit masyarakat Kota Pontianak. Es lidah buaya selalu hadir pada saat Lebaran dengan berbagai variasi.
