GORONTALO
SEJARAH BRENEBON > Hidangan ini berasal dari pengaruhhidangan Belanda yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia bagian timur. Nama “brenebon” merupakan pengucapan lokal Manado yang berasal dari bahasa Belanda, yaitu bruine bonen; bruine berarti “warna coklat”, sedangkan bonen berarti “kacang”, maka bruine bonen berarti “kacang merah”.
Brenebon adalah hidangan sup kacang merah khas Indonesia Timur, khususnya ditemukan pada khazanah hidangan Manado atau Minahasa. Hidangan sup ini dibuat dari kacang merah dan sayuran yang disajikan dalam kuah kaldu daging, dengan campuran bumbu sup pada umumnya seperti bawang putih, merica dan bumbu-bumbu lain.
merupakan varian sup jagung yang terdiri dari jagung, ikan cakalang, udang, dan parutan kelapa yang diracik dengan aneka bumbu masakan khas. Binte biluhuta merupakan menu masakan kegemaran masyarakat Gorontalo yang memiliki perpaduan 3 (tiga) rasa, yaitu rasa manis, asin, dan pedas.
Makanan ini telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Gorontalo selama berabad-abad dan sering disajikan dalam berbagai acara, mulai dari perayaan keluarga hingga upacara adat. Masyarakat Gorontalo memiliki hubungan yang erat dengan alam dan hasil buminya, termasuk jagung, yang menjadi bahan utama dalam Binte Biluhuta. Kehadiran jagung sebagai komponen utama dalam kuliner ini menunjukkan adaptasi dan pemanfaatan hasil pertanian lokal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Gorontalo.
SEJARAH >Nama “Binte Biluhuta” berasal dari bahasa Gorontalo di mana “binte” berarti jagung, dan “biluhuta” berarti disiram. Jadi, secara harfiah, Binte Biluhuta berarti “jagung yang disiram”. Makanan ini telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Gorontalo selama berabad-abad dan sering disajikan dalam berbagai acara, mulai dari perayaan keluarga hingga upacara adat.
SEJARAH> Sate berbahan dasar ikan Tuna diciptakan oleh masyarakat Gorontalo awal mulanya karena melihat begitu melimpahnya hasil tangkapan ikan Tuna di pesisir pantai selatan. Di Gorontalo, hidangan Ikan Tuna termasuk Sate Gorontalo (Sate Tuna) mudah dijumpai di setiap rumah makan karena hasil tangkapan ikan Tuna dari laut Gorontalo begitu melimpah hingga menjadi komoditas ekspor nasional ke Jepang maupun Eropa.
Sate Tuna merupakan sebuah varian sate yang khas dan berasal dari Gorontalo, Sulawesi, Indonesia. Selain di Gorontalo, Sate Tuna juga sudah sangat populer disajikan di berbagai rumah makan di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah hingga Jakarta.
Ayam iloni adalah salah satu makanan khas dari Gorontalo , Sulewasi. Dalam kehidupan masyarakat Gorontalo, Ayam Iloni menjadi salah satu menu utama Masakan Gorontalo yang umum disajikan. SEJARAH>Ayam Iloni memiliki sejarah yang kaya dan mendalam dalam budaya Gorontalo. Hidangan ini sudah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Gorontalo sejak lama. Ayam Iloni tidak hanya disajikan pada acara-acara khusus atau upacara adat, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Gorontalo.
Proses memasak Ayam Iloni sendiri mencerminkan kearifan lokal. Hidangan ini menjadi simbol kekayaan kuliner daerah dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kue Sabongi merupakan kue tradisional tertua di Gorontalo, warisan leluhur nenek moyang. Kue ini, yang sering menjadi jajanan anak-anak dan ibu-ibu, adalah salah satu favorit para raja di Gorontalo ketika santai. Dahulu, kue Sabongi sangat digemari di kalangan orang-orang pada masa itu.
SEJARAH> Kue Sabongi merupakan kue tradisional tertua di Gorontalo, warisan leluhur nenek moyang. Kue ini, yang sering menjadi jajanan anak-anak dan ibu-ibu, adalah salah satu favorit para raja di Gorontalo ketika santai. Dahulu, kue Sabongi sangat digemari di kalangan orang-orang pada masa itu. Biasanya disantap saat waktu santai dan menjadi hidangan favorit para raja saat menerima tamu. Kue ini terbuat dari bahan dasar Kasubi (Ubi Kayu) dengan isi pisang.
Ilabulo merupakan salah satu makanan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi, Indonesia sejak abad ke-15. Bagi masyarakat Gorontalo, Ilabulo merupakan sajian tradisional yang melambangkan persatuan dan kesatuan diantara perbedaan.
SEJARAH > ILABULO memiliki pengertian dalam bahasa Gorontalo yang berarti “totombowata” atau bersatu padu. Para raja dulu menyimbolkan Ilabulo sebagai lambang persatuan (totombowata) sebagai perpaduan dari berbagai unsur yang melahirkan perdamaian karena pada ilabulo terdapat berbagai perbedaan yang dipersatukan yang menciptakan rasa yang nikmat.
Bilentango yang sering disebut juga Ikan Balarica atau Belah Rica adalah masakan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi, Indonesia. Makanan ini termasuk dalam hidangan utama Masakan Gorontalo yang sangat populer hingga ke seluruh daerah di Kawasan Teluk Tomini dan Sulawesi Utara.
SEJARAH>Bilentango yang sering disebut juga Ikan Balarica atau Belah Rica adalah masakan khas masyarakat Gorontalo, Sulawesi,Indonesia.Makanan ini termasuk dalam hidangan utama Masakan Gorontalo yang sangat populer hingga ke seluruh daerah di Kawasan Teluk Tomini dan Sulawesi Utara.
Minuman yang satu ini dibuat dengan menggunakan bahan utama kelapa muda yang dicampur dengan beberapa bahan lainnya seperti gula merah yang dibuat dari fermentasi air aren. Selain itu, terdapat juga potongan jeli yang dibuat dengan bahan dasar tepung sagu
SEJARAH> Minuman yang satu ini juga dikenal cukup legendaris karena sudah ada sejak tahun 1957. Biasanya, omu sangat mudah dijumpai saat bulan Ramadhan tiba.
Minuman ini kerap disebut mirip dengan wedang jahe dari daerah Jawa. Saraba juga dibuat dengan menggunakan bahan utama potongan jahe yang direbus. Selain itu,minuman ini juga disajikan bersama dengan tambahan bahan berupa gula aren dan juga susu. Untuk penambah stamina, telur ayam kampung juga kerap dipilih sebagai campuran minuman ini sebelum dikonsumsi.
SEJARAH>Sarabba adalah minuman tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan. Minuman ini pertama kali muncul pada abad ke-17 di Kerajaan Gowa-Tallo dan segera menjadi favorit di kalangan bangsawan dan rakyat jelata. Sarabba terbuat dari susu sapi yang direbus hingga mengental, kemudian dicampur dengan gula aren dan rempah-rempah seperti kayu manis, kapulaga, atau jahe.
